Siapa Raditya Dika?
Raditya Dika (lahir Desember 28, 1984) adalah seorang komedian dan creativepreneur.
Raditya dikenali publik setelah buku pertamanya Kambingjantan (Gagasmedia, 2005) terbit di pasaran. Selanjutnya, berbeda dengan Kambingjantan, Raditya menulis buku bergaya personal-essay-comedy berjudul Cinta Brontosaurus (Gagasmedia, 2006). Buku tersebut, bersama buku-buku berikutnya, Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa (Gagasmedia, 2007) Babi Ngesot (Bukune, 2008), Marmut Merah Jambu (Bukune, 2010) dan Manusia Setengah Salmon (Gagasmedia, 2011) sukses menjadi bestseller nasional.
Di akhir tahun 2008, bersama komikus Dio Rudiman, Raditya menulis komik Kambingjantan (Gagasmedia,2008) yang juga dilanjutkan ke Komik Kambingjantan II (Gagasmedia, 2010).
Buku Raditya yang berjudul Kambingjantan, juga telah dijadikan film yang disutradari Rudi Soedjarwo. Selain menulis skripnya bersama Salman Aristo dan Mouly Surya, di film tersebut dia juga memerankan dirinya sendiri. Film ini tayang 5 Maret 2009.
Film keduanya dia tulis dan perankan sendiri, diangkat dari buku Cinta Brontosaurus, tayang 8 Mei 2013. Film ketiganya berjudul Cinta Dalam Kardus, tayang 13 Juni 2013.
Raditya juga membuat serial komedi populer berjudul Malam Minggu Miko yang ditayangkan oleh Kompas TV dan Youtube pribadinya di http://youtube.com/radityadika. Serial ini sangat populer, episode-episodenya sudah ditonton hingga lebih dari 18 juta kali.
Selain menulis, Raditya juga seorang creativepreneur, sempat ikut mendirikan penerbit Bukune, dia juga mendirikan perusahaan pemasaran internet Nyunyu Consulting, dan usaha pancake duren bernama Celebrity Pancake (@durianpancake).
berikut ini adalah salah satu contoh isi blog Bang Dika :
Okay.
I’m gonna be honest with you guys.
Gue kena writer’s block.
Sekarang udah hampir setahun gue nulis buku kelima gue, Marmut Merah Jambu, dan masih stuck. Ini yang terjadi selama ini: gue nulis sebanyak lima halaman hari ini, besok gue apus sepuluh halaman. Besoknya lagi nulis sepuluh halaman, pas dibaca gue apus lagi lima halaman. Sampai saat ini gue belum bisa maju-maju dari sekitar 60%. Mungkin terdengarnya udah banyak ya, udah 60%, tapi itu juga masih draft 1. Ini berarti, ini baru first draft gue, belum gue re-write/tulis ulang. Biasanya, buku yang siap gue kasih ke penerbit (dan editor) untuk diproses adalah buku yang masuk draft 4, atau empat kali ditulis ulang. KALO GITU KAPAN MO SELESENYA?
Itu kabar buruknya.
Sekarang kabar baik.
Kemarin, pas gue lagi di Gramedia bareng Mbak Windy, tercetus ide luar biasa, yaitu membuat sebuah buku baru (lagi) yang agak beda dari buku-buku gue sebelumnya. Gue belom bisa cerita banyak tentang bukunya, tapi yang jelas proyek ini gue sementara gue namakan “proyek Alfa”. Dan ternyata, ide untuk “proyek Alfa” ini mengalir dengan sangat cepat.
Tepat di pagi buta hari ini gue ketawa-ketiwi brainstorming sendirian di kamar dan udah banyak banget yang bisa masuk ke buku proyek Alfa ini. Dan gue jadi mikir.. NAH LHO KOK JADI LUCUAN SI PROYEK ALFA INI? Dari pengalaman, gue tahu yang namanya good idea itu adalah ketika it makes you excited sampai gak bisa tidur. Sewaktu dapet ide cerita Ciliwungman (di Kambingjantan) gue mengalaminya. Begitu pula dengan Di Balik Jendela – Cinta Brontosaurus. This is when I know, “Proyek Alfa” is one of the funniest shit I’m gonna create.
Katanya, seorang penulis jika sedang terkena writer’s block bisa menemukan kreativitasnya kembali dengan mengerjakan proyek yang sama sekali lain. Oke, gue juga lagi nulis script film, tapi gue ngerasa gue butuh “jalan-jalan” dulu menulis buku lain, terutama semenjak Marmut Merah Jambu enggak kelar-kelar.
Thus, atas nama kelacaran menulis dan keluar dari writer’s block, gue memutuskan:
Marmut Merah Jambu gue pending dulu.
dan sekarang gue lagi ngerjain buku “proyek Alfa.”
Tiba-tiba, tercetus ide liar kembali dalam kepala gue (pagi buta hari ini nampaknya malam penuh dengan ide liar). Jadi begini, salah satu problem seorang penulis, adalah kebiasaan menunda-nunda. Nah, daripada gue nunda-nunda nulis, dan gak kelar-kelar, kenapa gue gak nulis progress per hari tentang buku ini aja di www.radityadika.com ini? Yak, gue bakalan nulis semacam diary perjalanan sebuah “Proyek Alfa” dari halaman pertama. Gue bakalan nulis di sini, kegiatan day-by-day yang gue lakukan untuk menjadikan buku “Proyek Alfa” ini hidup. Ini gue lakukan dengan harapan untuk memberikan gue semacam tanggungjawab, semacam deadline untuk menyelesaikan naskah ini.
Iya kan? Why not?
Dewi Lestari pernah punya blog seperti ini ketika dia menulis Perahu Kertas.
Neil Gaiman, (somewhat) menulis progress dia di blog per hari sewaktu menulis American Gods.
Kenapa gue enggak?
Kita kan sama-sama penulis.. walaupun gue lebih cemen. Hehe.
Thus, target deadline gue sepanjang menulis day-by-day progress report atas “Proyek Alfa”:
- first draft buku Alfa selesai dalam dua minggu
- draft empat selesai dalam minggu berikutnya
- final draft untuk di kasih ke editor
- revisi dari editor selama seminggu/dua minggu
- Terbit yah yang jelas gak lama-lama.. Hehe
So, wish me luck, guys. Gue akan mencoba untuk mengupdate blog ini tiap hari untuk memberitahukan progress “Proyek Alfa”. Semua-semuanya. Apa yang bakalan kalian baca selama beberapa post ke depan adalah gue sesungguh-sungguhnya dalam bekerja. It might be boring, but it will be fun ride.. I guess. Hehe.
Raditya Dika (lahir Desember 28, 1984) adalah seorang komedian dan creativepreneur.
Raditya dikenali publik setelah buku pertamanya Kambingjantan (Gagasmedia, 2005) terbit di pasaran. Selanjutnya, berbeda dengan Kambingjantan, Raditya menulis buku bergaya personal-essay-comedy berjudul Cinta Brontosaurus (Gagasmedia, 2006). Buku tersebut, bersama buku-buku berikutnya, Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa (Gagasmedia, 2007) Babi Ngesot (Bukune, 2008), Marmut Merah Jambu (Bukune, 2010) dan Manusia Setengah Salmon (Gagasmedia, 2011) sukses menjadi bestseller nasional.
Di akhir tahun 2008, bersama komikus Dio Rudiman, Raditya menulis komik Kambingjantan (Gagasmedia,2008) yang juga dilanjutkan ke Komik Kambingjantan II (Gagasmedia, 2010).
Buku Raditya yang berjudul Kambingjantan, juga telah dijadikan film yang disutradari Rudi Soedjarwo. Selain menulis skripnya bersama Salman Aristo dan Mouly Surya, di film tersebut dia juga memerankan dirinya sendiri. Film ini tayang 5 Maret 2009.
Film keduanya dia tulis dan perankan sendiri, diangkat dari buku Cinta Brontosaurus, tayang 8 Mei 2013. Film ketiganya berjudul Cinta Dalam Kardus, tayang 13 Juni 2013.
Raditya juga membuat serial komedi populer berjudul Malam Minggu Miko yang ditayangkan oleh Kompas TV dan Youtube pribadinya di http://youtube.com/radityadika. Serial ini sangat populer, episode-episodenya sudah ditonton hingga lebih dari 18 juta kali.
Selain menulis, Raditya juga seorang creativepreneur, sempat ikut mendirikan penerbit Bukune, dia juga mendirikan perusahaan pemasaran internet Nyunyu Consulting, dan usaha pancake duren bernama Celebrity Pancake (@durianpancake).
berikut ini adalah salah satu contoh isi blog Bang Dika :
Okay.
I’m gonna be honest with you guys.
Gue kena writer’s block.
I’m gonna be honest with you guys.
Gue kena writer’s block.
Sekarang udah hampir setahun gue nulis buku kelima gue, Marmut Merah Jambu, dan masih stuck. Ini yang terjadi selama ini: gue nulis sebanyak lima halaman hari ini, besok gue apus sepuluh halaman. Besoknya lagi nulis sepuluh halaman, pas dibaca gue apus lagi lima halaman. Sampai saat ini gue belum bisa maju-maju dari sekitar 60%. Mungkin terdengarnya udah banyak ya, udah 60%, tapi itu juga masih draft 1. Ini berarti, ini baru first draft gue, belum gue re-write/tulis ulang. Biasanya, buku yang siap gue kasih ke penerbit (dan editor) untuk diproses adalah buku yang masuk draft 4, atau empat kali ditulis ulang. KALO GITU KAPAN MO SELESENYA?
Itu kabar buruknya.
Sekarang kabar baik.
Sekarang kabar baik.
Kemarin, pas gue lagi di Gramedia bareng Mbak Windy, tercetus ide luar biasa, yaitu membuat sebuah buku baru (lagi) yang agak beda dari buku-buku gue sebelumnya. Gue belom bisa cerita banyak tentang bukunya, tapi yang jelas proyek ini gue sementara gue namakan “proyek Alfa”. Dan ternyata, ide untuk “proyek Alfa” ini mengalir dengan sangat cepat.
Tepat di pagi buta hari ini gue ketawa-ketiwi brainstorming sendirian di kamar dan udah banyak banget yang bisa masuk ke buku proyek Alfa ini. Dan gue jadi mikir.. NAH LHO KOK JADI LUCUAN SI PROYEK ALFA INI? Dari pengalaman, gue tahu yang namanya good idea itu adalah ketika it makes you excited sampai gak bisa tidur. Sewaktu dapet ide cerita Ciliwungman (di Kambingjantan) gue mengalaminya. Begitu pula dengan Di Balik Jendela – Cinta Brontosaurus. This is when I know, “Proyek Alfa” is one of the funniest shit I’m gonna create.
Katanya, seorang penulis jika sedang terkena writer’s block bisa menemukan kreativitasnya kembali dengan mengerjakan proyek yang sama sekali lain. Oke, gue juga lagi nulis script film, tapi gue ngerasa gue butuh “jalan-jalan” dulu menulis buku lain, terutama semenjak Marmut Merah Jambu enggak kelar-kelar.
Thus, atas nama kelacaran menulis dan keluar dari writer’s block, gue memutuskan:
Marmut Merah Jambu gue pending dulu.
dan sekarang gue lagi ngerjain buku “proyek Alfa.”
Marmut Merah Jambu gue pending dulu.
dan sekarang gue lagi ngerjain buku “proyek Alfa.”
Tiba-tiba, tercetus ide liar kembali dalam kepala gue (pagi buta hari ini nampaknya malam penuh dengan ide liar). Jadi begini, salah satu problem seorang penulis, adalah kebiasaan menunda-nunda. Nah, daripada gue nunda-nunda nulis, dan gak kelar-kelar, kenapa gue gak nulis progress per hari tentang buku ini aja di www.radityadika.com ini? Yak, gue bakalan nulis semacam diary perjalanan sebuah “Proyek Alfa” dari halaman pertama. Gue bakalan nulis di sini, kegiatan day-by-day yang gue lakukan untuk menjadikan buku “Proyek Alfa” ini hidup. Ini gue lakukan dengan harapan untuk memberikan gue semacam tanggungjawab, semacam deadline untuk menyelesaikan naskah ini.
Iya kan? Why not?
Dewi Lestari pernah punya blog seperti ini ketika dia menulis Perahu Kertas.
Neil Gaiman, (somewhat) menulis progress dia di blog per hari sewaktu menulis American Gods.
Dewi Lestari pernah punya blog seperti ini ketika dia menulis Perahu Kertas.
Neil Gaiman, (somewhat) menulis progress dia di blog per hari sewaktu menulis American Gods.
Kenapa gue enggak?
Kita kan sama-sama penulis.. walaupun gue lebih cemen. Hehe.
Kita kan sama-sama penulis.. walaupun gue lebih cemen. Hehe.
Thus, target deadline gue sepanjang menulis day-by-day progress report atas “Proyek Alfa”:
- first draft buku Alfa selesai dalam dua minggu
- draft empat selesai dalam minggu berikutnya
- final draft untuk di kasih ke editor
- revisi dari editor selama seminggu/dua minggu
- Terbit yah yang jelas gak lama-lama.. Hehe
- draft empat selesai dalam minggu berikutnya
- final draft untuk di kasih ke editor
- revisi dari editor selama seminggu/dua minggu
- Terbit yah yang jelas gak lama-lama.. Hehe
So, wish me luck, guys. Gue akan mencoba untuk mengupdate blog ini tiap hari untuk memberitahukan progress “Proyek Alfa”. Semua-semuanya. Apa yang bakalan kalian baca selama beberapa post ke depan adalah gue sesungguh-sungguhnya dalam bekerja. It might be boring, but it will be fun ride.. I guess. Hehe.

Sementara itu, Dara baru saja mengunggah foto dirinya di akun Twitter miliknya saat menjadi relawan. Dara menggendong seorang bayi lucu.